MEMINTA KARENA MERINDU
MEMINTA KARENA MERINDU
Ketika Kerinduan Melahirkan Pelayanan
Bacaan: 1 Korintus 16:10-18
Pernahkah Anda menerima pesan seperti ini?
"Tolong datang ya, saya kangen."
Atau,
"Jangan lupa mampir ke rumah."
Orang yang mengirim pesan seperti itu biasanya tidak sedang membutuhkan uang, sembako, atau bantuan pindahan rumah. Mereka hanya sedang rindu.
Ternyata, Rasul Paulus juga pernah "meminta karena merindu."
Di bagian akhir surat 1 Korintus, Paulus mengajukan beberapa permintaan kepada jemaat. Namun, menariknya, tidak satu pun permintaan itu bertujuan untuk kepentingan pribadinya. Ia tidak meminta rumah baru, kendaraan baru, atau tunjangan pelayanan tambahan. Paulus meminta karena ia memiliki kerinduan yang besar agar jemaat Tuhan bertumbuh dan saling melayani.
Kerinduan Seorang Bapa Rohani
Dalam 1 Korintus 16:10-18, Paulus menyampaikan empat permintaan.
Pertama, ia meminta jemaat menerima Timotius dengan baik. Timotius adalah anak rohaninya yang masih muda. Paulus tahu bahwa melayani jemaat tidak selalu mudah. Kadang-kadang yang lebih menakutkan bukan singa di hutan, tetapi komentar jemaat setelah ibadah selesai!
Karena itu Paulus berkata, "Jangan membuat Timotius takut."
Artinya, dukunglah dia, hargailah dia, dan berilah kesempatan kepadanya untuk melayani.
Kedua, Paulus berharap Apolos dapat mengunjungi jemaat Korintus. Mengapa? Karena Paulus rindu jemaat semakin diperkaya oleh pengajaran Firman Tuhan.
Hebatnya Paulus, ia tidak cemburu melihat pelayan lain dipakai Tuhan. Ia tidak berkata, "Kalau bukan saya yang berkhotbah, jangan ada yang lain."
Sebaliknya, ia senang ketika orang lain dipakai Tuhan untuk membangun jemaat.
Sikap seperti ini sangat dibutuhkan dalam pelayanan masa kini.
Teguh, Berani, Kuat, dan Penuh Kasih
Permintaan ketiga Paulus sangat menarik.
"Berdirilah teguh dalam iman! Bertindaklah sebagai laki-laki, dan tetap kuat! Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!" (1 Korintus 16:13-14)
Jika diringkas, Paulus ingin jemaat memiliki empat karakter:
Teguh dalam iman.
Berani menghadapi tantangan.
Kuat dalam pencobaan.
Penuh kasih dalam tindakan.
Banyak orang ingin kuat, tetapi lupa mengasihi.
Sebaliknya ada yang sangat mengasihi, tetapi tidak berani berdiri untuk kebenaran.
Paulus mengingatkan bahwa kehidupan Kristen yang sehat harus memiliki keempatnya secara seimbang.
Menghargai Orang yang Melayani
Permintaan keempat Paulus berkaitan dengan keluarga Stefanas.
Keluarga ini dikenal karena dedikasi mereka dalam melayani Tuhan dan jemaat.
Paulus meminta jemaat untuk menghormati dan menghargai mereka.
Mengapa?
Karena pelayanan tidak selalu mudah.
Kadang orang melihat hasil pelayanan, tetapi tidak melihat pengorbanannya.
Mereka melihat seorang pemain musik melayani di gereja selama 30 menit, tetapi tidak melihat latihan berjam-jam sebelumnya.
Mereka melihat seorang pengkhotbah berkhotbah selama 40 menit, tetapi tidak melihat waktu doa, belajar, dan persiapan yang dilakukan sebelumnya.
Mereka melihat gedung gereja bersih, tetapi tidak melihat siapa yang datang lebih awal untuk membersihkannya.
Karena itu, Paulus mengajarkan pentingnya menghargai orang-orang yang melayani dengan setia.
Masalah Besar: Hilangnya Kerinduan
Salah satu masalah terbesar gereja modern bukan kurangnya program, melainkan kurangnya kerinduan.
Ada orang yang datang beribadah setiap minggu, tetapi tidak lagi memiliki kerinduan untuk bertumbuh.
Ada yang menikmati pelayanan orang lain, tetapi tidak pernah berpikir untuk ikut melayani.
Ada yang ingin gereja berkembang, tetapi tidak mau terlibat dalam pembangunan gereja.
Padahal, tanpa kerinduan tidak akan ada tindakan.
Tanpa tindakan tidak akan ada pertumbuhan.
Tanpa pertumbuhan gereja hanya menjadi tempat berkumpul, bukan komunitas yang hidup.
Tuhan Memakai Apa yang Kita Miliki
Kabar baiknya, Tuhan tidak meminta sesuatu yang tidak kita miliki.
Tidak semua orang bisa berkhotbah.
Tidak semua orang bisa memimpin pujian.
Tidak semua orang bisa bernyanyi dengan nada yang tepat. Bahkan ada yang ketika bernyanyi, pemain keyboard ikut bingung mencari nada yang hilang!
Tetapi setiap orang memiliki sesuatu yang bisa dipakai Tuhan.
Ada yang memiliki waktu.
Ada yang memiliki tenaga.
Ada yang memiliki keahlian.
Ada yang memiliki kemampuan memberi.
Ada yang memiliki hati untuk mendoakan.
Ada pula yang memiliki kemampuan sederhana untuk menyambut orang dengan ramah.
Di tangan Tuhan, semua itu berharga.
Mulailah dari yang Kecil
Pelayanan besar biasanya dimulai dari langkah kecil.
Rut memulai dengan memungut jelai di ladang.
Daud memulai dengan menjaga domba.
Para murid memulai dengan mengikuti Yesus.
Tidak ada pelayanan yang terlalu kecil jika dilakukan untuk Tuhan.
Yang Tuhan cari bukan pertama-tama kemampuan besar, melainkan hati yang rindu melayani.
Penutup
Paulus meminta karena ia merindu.
Ia merindu melihat jemaat bertumbuh.
Ia merindu melihat orang percaya saling melayani.
Ia merindu melihat gereja menjadi tubuh Kristus yang sehat dan hidup.
Pertanyaannya bagi kita:
Apakah kita masih memiliki kerinduan untuk melayani Tuhan?
Jika kerinduan itu mulai memudar, mintalah Tuhan menyalakan kembali api tersebut.
Karena gereja yang bertumbuh bukan dibangun oleh orang-orang yang sekadar hadir, tetapi oleh orang-orang yang memiliki kerinduan untuk melayani.
Renungan Singkat
"Ketika kerinduan kepada Tuhan memenuhi hati kita, pelayanan tidak lagi menjadi beban, melainkan sukacita. Sebab orang yang merindu akan selalu menemukan cara untuk melayani."
Tuhan memberkati. 🙏📖✨
Related Articles