Duka Mendalam, FOCIM & PGGS Kota Jayapura Lepas Kepergian Pdt. Jony Tamburian, M.Th
JAYAPURA – Suasana haru menyelimuti keluarga besar Family Of Christ International MInistry (FOCIM) Kota Jayapura dan Persekutuan Gereja-Gereja Sekota (PGGS) Jayapura serta jemaat Gereja Penyebaran Injil (GPI) Jemaat Maranatha Youtefa atas berpulangnya ke rumah Bapa di surga, Alm. Pdt. Jony Tamburian, M.Th. Dalam momen perpisahan yang khidmat, Sekretaris Umum PGGS Kota Jayapura, Pdt. Abraham Polandos, M.Th., hadir mewakili lembaga gerejawi tersebut untuk menyampaikan sambutan sekaligus ucapan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya sosok yang dikenal berdedikasi tinggi dalam pelayanan.

Alm. Pdt. Jony Tamburian, M.Th. merupakan sosok pelayan Tuhan yang memegang peran sentral dalam struktur organisasi gerejawi di Jayapura. Selain menggembalakan Jemaat Maranatha Youtefa, almarhum juga dikenal aktif menjalankan tanggung jawab strategis sebagai Ketua Departemen Ekonomi & Bisnis PGGS Kota Jayapura serta Ketua FOCIM Kota Jayapura. Kontribusinya yang besar dalam memajukan pelayanan dan kebersamaan antar gereja di Kota Jayapura menjadi warisan berharga yang akan selalu dikenang oleh rekan-rekan sejawat dan jemaat yang ditinggalkan.
Di tengah suasana duka tersebut, Pdt. Abraham Polandos, M.Th dalam sambutannya memberikan penguatan rohani melalui tiga poin penting mengenai makna kematian bagi orang percaya. Pertama, beliau menjelaskan istilah Tanatos. Meskipun secara duniawi kematian sering diasosiasikan sebagai konsekuensi akibat dosa, namun bagi orang percaya, melalui kasih karunia, posisi kita telah berpindah dari maut menuju kepada Ekklesia (persekutuan orang percaya/ Terang yang ajaib) dan akhirnya menuju pada kehidupan kekal bersama Kristus.
Kedua, Pdt. Abraham menekankan pada konsep Analusa, yang diibaratkan seperti seorang pelaut yang melepas tali kapal dari dermaga. Yang siap berangkat. Kematian bukanlah sebuah akhir dari perjalanan kehidupan, melainkan sebuah proses transisi menuju kehidupan yang jauh lebih sempurna. Mengutip pemikiran Rasul Paulus, beliau menegaskan bahwa bagi orang percaya, kematian adalah sebuah keuntungan karena kita berpindah dari kehidupan fana menuju persekutuan yang tak terputus dengan Tuhan.
Poin ketiga yang disampaikan adalah mengenai Nikos, yang berarti kemenangan. Pdt. Abraham mengingatkan seluruh keluarga dan sidang perkabungan bahwa melalui kebangkitan Kristus, maut sesungguhnya telah dikalahkan. Dengan berpulangnya Alm. Pdt. Jony Tamburian, maka segala pergumulan dan penderitaan di dunia ini telah berakhir, dan kini almarhum tengah menikmati kebahagiaan sejati dalam kehidupan kekal yang telah dijanjikan oleh Sang Juruselamat.
Menutup sambutannya, Pdt. Abraham Polandos menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus atas pengabdian luar biasa yang telah diberikan almarhum semasa hidupnya. Seluruh pengurus PGGS Kota Jayapura turut mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan penghiburan, kekuatan, dan keteguhan iman oleh Roh Kudus. Selamat jalan, hamba Tuhan, tugas pelayananmu di dunia telah selesai, kini saatnya beristirahat dalam damai di rumah Bapa.
Related Articles